Blog

Last update on .


Pariwisata Antar Negara Terjadi karena Perbedaan Budaya

Indonesia memiliki bermacam bahasa yang sangat unik, jika ditelusuri, bahasa Indonesia merupakan gabungan dari macam bahasa temasuk didalamnya bahasa Belanda seperti baskom, reken. Adapula bahasa Portugis seperti, kemeja, sepatu, dan masih banyak lainnya. Bahasa merupakan salah satu kekuatan Indonesia yang diciptakan melalui budaya, suku dan etnis yang berbeda di seluruh Nusantara.

Jakarta - Berdirinya Indonesia itu tidak ujuk-ujuk ada, melainkan sebuah proses yang panjang. Indonesia muncul dan merdeka dibantu bermacam tangan yang tidak homogen, mulai dari suku, agama dan juga ras. Jadi kemunculan Indonesia tidak terlepas dari proses yang dilalui oleh para pendiri bangsa dan bahkan oleh kita hingga sampai saat ini. 

Penggalan kalimat tersebut disampaikan Asep Kambali, Founder Komunitas Historia Indonesia saat ditemui tim Kabare.co di kediamannya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Bhineka itu jelas, kalau ada arogansi sebuah kelompok yang melecehkan etnis pendiri bangsa, seharusnya kita bergerak melawan. Meskipun saya tidak terlahir sebagai etnis Tionghoa, namun jika etnis Tionghoa dilecehkan saya akan marah. Karena etnis Tionghoa ikut membentuk Indonesia, begitupula Jawa, Sunda, Kalimantan, dan lain sebagainya. Banyak dari mereka ikut berjuang melawan penjajah, tidak hanya agama Islam, karena dari dulu bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki tolerasi yang tinggi. Umat agama lain seperti Kristen juga banyak mengorbankan nyawa demi kemerdekaan Indonesia. Sama saja seperti kebudayaan panjat pinang, ondel-ondel, terlepas dari etnis Tionghoa, Arab, India, Bali, Makassar, Ambon dan suku lainnya, budaya di Indonesia terjadi kulturisasi, bepadu menjadi sebuah budaya baru yang unik dan mempersatukan bermacam suku dan ras menjadi kekuatan yang disegani oleh bangsa lain. 

Kalau boleh jujur, sebenarnya budaya Indonesia itu “tidak ada” tanpa adanya budaya suku dan perpaduan budaya lainnya. Wujud budaya Indonesia itu ya budaya Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Ambon, Maluku, Irian dan lainnya. Perpaduan itu kemudian menjadikan budaya Indonesia itu besar, dahsyat dan menghasilkan bermacam kesenian, bahasa, kepercayaan, sistem mata pencaharian, kelangsungan hidup dan lainnya. 

Siapa yang membesarkan budaya Indonesia? Ya mereka para suku yang memiliki budaya. Ibaratkan sebuah piramida, Indonesia adalah puncaknya dan kebawahnya adalah suku suku, budaya budaya yang beraneka ragam. Kalau saja nantinya orang Sunda sudah tidak bisa bahasa Sunda, orang Ambon sudah tidak bisa bahasa Ambon, orang Batak sudah tidak bisa bahasa Batak dan lain sebagainya, ya habislah suku-suku itu, ya habislah Indonesia. 

Maka dari itu saya meyakini, bahwa Indonesia itu tidak ujuk ujuk jadi. Karena ada yang membentuknya, dan tidak hanya satu suku dan budaya, tapi bergabung. Bayangkan saja Indonesia punya 1.200 etnis yang bisa dijadikan kekuatan. Tidak mungkin terjadi pariwisata di dunia ini kalau tidak ada perbedaan sejarah dan budayanya. Jelas, yang membedakan kita dengan negara lain itu ya budaya kita. Itulah yang membuat kita dikenal, membuat orang-orang memaksakan diri untuk mengunjungi kita karena perbedaan itu. Kalau saja semua budaya dan seni itu sama, tidak mungkin kita dikunjungi. Bayangkan kalau bentuk tugu monas sama dengan menara Eiffel, begitupun sebaliknya. Pastilah orang orang tidak akan pergi ke luar negeri karena semuanya sama dan ada di negaranya masing masing. Kalau pantai hanya sekedar pantai, semua negara juga punya, kalau gunung sekedar gunung semua juga punya. Tapi budaya hanya kita yang punya. Itu sebenarnya kekayaan yang bisa kita gali dan menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

Kekayaan budaya Indonesia itu harus dipertahankan, tidak bisa diganggu gugat, tidak bisa dirusak oleh kepentingan golongan tertentu. Saya percaya bahwa di kemudian hari bangsa Indonesia akan besar karena budayanya. Karena apa? Kalau migas lama lama habis, tapi budaya akan kekal selamanya, dengan syarat kita jaga kelestariannya!.

Sumber: Klik disini!

Comments (0)

No comments yet.

You must login to give a comment.